Selasa, 9 Agustus 1994, saya terlahir
sebagai anak perempuan yang diberi nama Prita Purnamasari. Awalnya perkiraan
dokter, saya lahir tanggal 17 dan ternyata meleset jauh menjadi tanggal 9. Yang
lucunya, nama prita ada kepanjangannya. Yaitu, Proklamasi Republik Indonesia Tujuhbelas Agustus. Tapi entahlah,itu
benar atau hanya lelucon orangtua saya saja.Tapi kalau dipikir pikir
singkatannya nyambung juga sih haha
Anak bungsu dari 3 bersaudara. kakak saya yang pertama laki laki dan sudah
menikah,begitupun kakak saya yang kedua(perempuan) sudah menikah juga. Saya
orangnya pemalu,lugu,periang, mudah naik turun emosinya(labil). Biasanya
kalau sedang tidak baik moodnya, saya lebih senang menyendiri untuk menghindar
teman terkena dampak dari emosi saya. Menggambar adalah hobi saya, hal
yang berhubungan dengan seni saya sangat tertarik.
Saya dibesarkan di kota Depok, Disebuah
rumah tepat didekat perempatan.Di pekarangan depan rumah, ada sebuah pohon
rambutan yang lebat sekali buahnya. Biasanya ayah selalu membagi sebagaian
rambutannya ke tetangga sekitar rumah. Seiring bertambahnya tahun rumah
saya banyak mengalami perubahan. Pohon rambutan yang biasanya saya gunakan untuk
bermain ayunan sewaktu kecil, sekarang telah ditebang dan menjadi lahan untuk
garasi.
Jejak saya didunia pendidikan dimulai dari
umur 5 tahun. Bermula dari TK yang lokasinya dekat dengan komplek rumah.
Sewaktu TK saya termasuk anak yang tomboy dan sangat takut dengan ayunan.
Setelah TK saya meneruskan kejenjang selanjutnya yaitu SD. Saya bersekolah di
PBI Soedirman. Di SD ini, para muridnya dibagi menjadi dua kasta, yaitu
golongan plus dan golongan reguler. Golongan plus adalah kelas yang diperuntukkan
untuk murid yang dianggap mempunyai kemampuan otak “diatas rata-rata”,
sedangkan kelas reguler tentu saja diperuntukkan untuk murid berkemampuan
“rata-rata” alias biasa saja. Pembagian kasta ini ada saat memasuki bangku
kelas 5 SD. Awalnya saya ingin mencoba mengikuti tes untuk masuk ke kelas
golongan plus. Tapi karena tidak terlalu percaya diri dan tidak yakin akan
potensi yang dipunya,saya megurungkan niat untuk mengikuti tes tersebut.Pada
bulan Juni tahun 2006, saya dinyatakan lulus SD walaupun dengan nilai pas-pasan
Saya mencoba mendaftar ke SMP
negeri diwilayah jakarta timur. Awalnya saya sangat berharap diterima di SMP
103, tapi apa daya nama saya keluar dari urutan menurut NEM diSMP
itu. Akhirnya setelah menjelang hari terakhir saya diterima di SMP 012.
Awalnya agak kurang senang karena tidak mendapat sekolah yang saya inginkan.
Setelah saya mencoba menikmati sekolah yang saya dapat, saya sangat bersyukur
kenal dengan teman2 yang sangat baik. Terlebih lagi bentuk sekolah yang tak
tingkat, membuat saya mengenal semua teman yang seangkatan. Setelah itu,
saya melanjautkan kejenjang SMA dan melakukan survei untuk mencari SMA negeri
yang bagus dan sesuai dengan nilai ijazah SMP. Saat tahun saya, peminat SMA
disekitar wilayah jakarta timur didominasi oleh Nilai NEM yang tinggi2.
Sehingga saya terlempar jauh dari wilayah jakarta timur ke wilayah jarakta
selatan. Saya bersekolah diSMA 45 sangat jauh dari tempat saya tinggal. DiSMA
ini saya hanya bersekolah selama satu semester dikelas X. Kemudian saya melanjutkan
semester selanjutnya diSMA58 sampai saya lulus.
Lulus dari SMA saya meneruskan kebangku kuliah. Persaingan memperebutkan bangku
kuliah terasa kian sengit dibanding saat SD dan SMP. Saingan saingan dari
sekolah lain,yang kemampuannya bermacam macam. Membuat saya bersemangat untuk
mempersiapkan tes Universitas Negri favorit yang sangat idamkan. Tak
sedikit uang dan waktu yang saya korbankan untuk mendapatkan Universitas
tersebut. Tapi tuhan berkehendak lain, Universitas swasta menjadi pilihan terakhir
saya. Dan saya memutuskan untuk memilih Universitas Gunadarma jurusan sistem
informasi. Saya memilih kampus ini karena saya tau jurusan yang berhubungan
dengan IT sangat bagus diGunadarma.